Beberapa Alasan Kenapa Surat At Taubah Tidak Ada Bismillah

At Taubah adalah surat ke-9 dalam Al-Quran. Surat ini termasuk dalam golongan surat Madaniah, namun ada beberapa ayatnya yang diturunkan sejak Rasulullah masih menetap di Mekah.

Surah ini dinamakan At-Taubah karena kata taubah atau pengampunan disebut berulang kali. Berbeda dengan surat lainnya, At Taubah tidak diawali dengan lafaz bimillahirrahmanirrahim.

Lantas, kenapa surat At Taubah tidak ada bismillah?

Berikut beberapa alasan mengapa tidak ada bacaan bismillah dalam Surat At Taubah.

1. Pemutusan Perjanjian

Dalam tradisi Arab jahiliyah dahulu, jika mereka melakukan perjanjian dengan sebuah kaum atau kabilah yang lain dan hendak memutuskan perjanjian tersebut, maka mereka mengirimkan sepucuk surat pemutusan tanpa mencantumkan kalimat basmalah.

Pun demikian, ketika umat Islam memutuskan perjanjian dengan orang-orang musyrik, Nabi mengutus Sayyidina Ali untuk membacakan surat di atas (at-Taubah) di hadapan mereka tanpa diawali dengan bacaan basmalah, sesuai adat mereka.

2. Berdasarkan Periwayatan

Berdasarkan kronologi bahwa para sahabat sepakat tidak mencantumkan basmalah dalam surat at-Taubah berdasarkan pada periwayatan yang diterima oleh mereka dari Nabi. Pun demikian, Nabi ketika menerima ayat tersebut dari Jibril tidak disertai basmalah.

Hal ini juga dibuktikan bahwa tidak ada satu pun ahli qurra’ sab’ah (qira’at tujuh) maupun qurra’ asyrah (qira’at sepuluh) yang meriwayatkan membaca basmalah di awal surat at-Taubah. Artinya, mereka sepakat meninggalkan membaca basmalah di awal surat at-Taubah.

3. Ditujukan untuk Orang Kafir

Alasan surat At-Taubah tidak diawali dengan bismillah karena surat ini ditujukan untuk orang-orang kafir. Surat At Taubah menceritakan tentang orang-orang munafik yang jauh dari rahmat Allah SWT, sehingga tidak pantas dimuliakan dengan kalimat tasmiyah.

Tidak adanya kalimat basamalah dalam surat ini menegaskan bahwa Allah telah menutup pintu rahmatnya kepada orang-orang kafir yang dibicarakan dalam surat ini.

Dalam buku Tafsir Al Azhar Jilid 4 karya Hamka, Sufyan bin Umayah berkata,

“Sungguh di awal surah ini (At-Taubah) tidak ditulis basmalah karena lafadz basmalah adalah rahmat dan rahmat itu adalah keamanan. Sedangkan surah ini diturunkan kepada orang-orang munafik. Dan rasa aman itu tidak untuk orang-orang seperti mereka.” (HR. Muslim).

4. At Taubah Membawa Syariat Perang

Tidak adanya basamalah di awal at-Taubah, karena beda konten basmalah dengan at-Taubah.

Basmalah menggambarkan keamanan, dan kasih sayang Allah, sementara at-Taubah menyebutkan tentang permusuhan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada orang musyrikin dan orang munafik.

Ibnu Abbas pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,

لِـمَ لَمْ تَكْتُبْ فِي بَرَاءَة بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ؟

Mengapa anda tidak menulis bismillahirrahmanirrahim di awal surat at-Taubah?

Jawab Ali bin Abi Thalib,

لِأَنَّ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم أَمَانٌ ، وَبَرَاءَة نَزَلَت بِالسَّيْفِ ، لَيْسَ فِيهَا أَمَانٌ

Karena bismillahirrahmanirrahim isinya damai, sementara surat at-Taubah turun dengan membawa syariat perang, di sana tidak ada damai. (HR. Hakim dalam al-Mustadrak 3273)

Penjelasan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah penjelasan mengenai hikmah tidak adanya basamalah di surat at-Taubah. Beliau menilik makna dari basmalah dan makna dari surat at-Taubah.

Basmalah, kalimat yang berisi rahmat Allah, memberikan kedamaian, keamanan. Sementara surat at-Taubah merupakan pengumuman bagi orang musyrikin, bahwa Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam memusuhi mereka dan menantang perang mereka.