Sistem Pendidikan Finlandia yang Patut Dicontoh!

Sistem pendidikan Finlandia menjadi juara dalam pendidikan terbaik di dunia. Finlandia adalah salah satu dari lima negara teratas di PISA. Program yang dikenal sebagai PISA atau Program for International Student Assessment ini merupakan program tiga tahun yang diselenggarakan oleh OECD atau Organization for Economic Co-operation and Development.

Finlandia yang menjadi top performer di PISA tentu punya trik, tips dan kunci dalam menyampaikan pendidikan. Beberapa kunci utama yang umum digunakan dalam system pengejaran di Finlandia antara lain:

1.      Wajib Belajar 9 tahun saja

 

Jika di Indonesia  wajib belajar anak adalah 12 tahun, maka dalam sistem pendidikan Finlandia anak hanya diwajibkan belajar selama 9 tahun. Di negara ini, anak-anak mulai bersekolah formal pada usia tujuh tahun. Bagaimana dengan pendidikan anak di bawah usia 7 tahun di Finlandia? Sebelum masuk sekolah formal, anak ditempatkan di taman kanak-kanak dan taman kanak-kanak (TK).

 

Bedanya dengan Indonesia adalah bahwa penitipan anak dan taman kanak-kanak Finlandia gratis atau ditanggung oleh pemerintah. Meskipun gratis, taman kanak-kanak dan penitipan anak di Finlandia berkualitas tinggi. Salah satu indikatornya adalah guru pendamping minimal harus memiliki gelar sarjana.

 

Di Finlandia, 43% siswa sekolah menengah  memilih untuk belajar di sekolah kejuruan . Rata-rata, anak-anak Finlandia dapat menyelesaikan sekolah wajib pada usia 16 tahun. Semua sekolah didanai pemerintah, jadi biasanya tidak ada  kesenjangan antar sekolah.

 

2.      Berikan waktu bermain yang cukup

 

Salah satu cara terbaik untuk belajar di Finlandia  adalah memberi siswa banyak waktu istirahat. Siswa diberikan waktu istirahat 15 menit untuk setiap 45 menit belajar. Siswa Finlandia diberi istirahat 75 menit per hari. Anehnya, siswa benar-benar mendapatkan nilai yang lebih baik dan  mengerjakan tugas mereka dengan lebih baik ketika menggunakan metode tersebut.

 

Kebijakan ini tidak ditegakkan oleh sekolah itu sendiri, tetapi diatur dengan undang-undang.

 

3.      Memberi PR secukupnya

 

Sistem sekolah  Finlandia tidak mengharuskan guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa terlalu banyak. Siswa tidak boleh dibebani  dengan segunung pekerjaan yang melelahkan mereka.

 

Apa yang membuat kurikulum Finlandia berbeda dari kebanyakan negara lain adalah bahwa kurikulum  Finlandia didasarkan pada pedoman yang ekstensif. Guru bimbel bebas mengatur gaya dan ide belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian siswanya.

 

4.      Hargai Jasa Guru

 

Profesi guru les privat sangat dihormati di negeri ini. Guru Finlandia memperoleh gaji yang relatif tinggi  dibandingkan dengan gaji guru di negara lain. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang guru diperlukan kualifikasi khusus memiliki setidaknya gelar  master. Guru-guru ini juga harus menyelesaikan program kualifikasi untuk menjadi  guru.

 

5.      Kebijakan Pendidikan Didasarkan dari Penelitian

 

Finlandia menanggapi hasil penelitian dengan sangat serius ketika merumuskan kebijakan pendidikan. Di Finlandia, pemerintah mendasarkan keputusan kebijakan pendidikannya semata-mata pada penelitian dan efektivitasnya dalam mencapai tujuan pendidikan.

 

Jika hasil investigasi menunjukkan perlunya perbaikan,  pemerintah akan sangat mendukung peningkatan Pendidikan.